Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kisah Pasangan Kekasih yang Makin Kuat Ikatan Cintanya di Tengah Pandemi Corona

Kisah Pasangan Kekasih yang Makin Kuat Ikatan Cintanya di Tengah Pandemi Corona
Sedih karena pandemi corona (Foto: Pixabay)
A
A
A

Saat pandemi virus corona mengubah tatanan dunia, terkadang kisah percintaan pun mengalami dampaknya. Banyak pasangan kekasih yang merasa cemas tak bisa menemui kekasihnya lagi di tengah pandemi.

Apalagai pandemi virus corona memaksa orang melakukan physical distancing, akibatnya kencan seperti nonton bioskop, menikmati kopi berdua di sebuah kafe romantis, dan jalan-jalan berdua ke museum tak bisa dilakoni lagi.

 Kencan secara online saat pandemi corona

Semua kencan yang menyenangkan hanya jadi khayalan sehingga banyak pasangan kekasih yang cemas tak bisa menemui kekasihnya lagi akibat pandemi virus corona.

Namun apakah dampak pandemi virus corona sedemikian buruknya bagi pasangan kekasih? Simak ya kisah cinta mereka.

Ali, perempuan 28 tahun, mengisahkan, ia dan kekasihnya bertemu di Hinge. Kencan pertama mereka dilakukan pada bulan Desember 2019.

Menurut Ali, kekasihnya itu benar-benar pria yang lucu, konyol dan menyenangkan. "Kami akhirnya memutuskan jalan berdua tapi masih dalam hubungan tanpa status, namun kami tetap mau bertemu dengan teman-teman kami, dan bertemu dengan keluarga satu sama lain."

Tapi akhirnya dalam jangka waktu dua pekan terakhir, terang Ali, ia dan kekasihnya memutuskan untuk pacaran secara resmi. "Mungkin karena baru-baru ini saya juga kehilangan nenek saya yang sangat saya cinta, jadi saya membutuhkan seorang pria untuk menemani saya."

Tak lama kemudian hadirlah pandemi virus corona. Kenyataan ini rupanya mempengaruhi semua orang.

Sebenarnya, ujar Ali, ia dapat bekerja dari rumah sekarang. Namun kekasihnya harus ke kantor karena kerja di Angkatan Udara.

Seperti dilansir dari Elle, Sabtu (25/4/2020), teman-teman Ali merasa prihatin karena ia sekarang tak bisa menemui kekasihnya karena physical distancing akibat pandemi virus corona.

"Saya sebenarnya juga ingin bertemu kekasih saya. Tapi di sisi lain saya berusaha menghormati teman-teman seapartemen saya. Saat ini saya tidak tahu berapa lama pandemi virus corona ini berlangsung. Pada titik ini, saya tak bisa bertemu dengan kekasih saya, saya tidak dapat melihatnya sekarang," ujar Ali berusaha tabah.

Namun, lanjut Ali, ia berpikir hal ini hanya akan membuat hubungan dengan kekasihnya semakin kuat. "Kami banyak melakukan komunikasi lewat FaceTime. Selain itu komunikasi kami juga sangat bagus."

Justru pada masa yang berat seperti saat ini, kata Ali, sebuah hubungan percintaan diuji kekuatannya. "Kita tak tahu apa yang akan terjadi di masa depan, mari kita saling berkomitmen. Mari kita mengendalikan sesuatu yang bisa kita kontrol dan bersama."

"Sangat menyenangkan mendapatkan dukungan itu, tetapi saya juga berpikir bahwa pria secara umum mungkin tidak berpikir hal ini sepenting perempuan berpikir mengenai hal ini," tambahnya.

Namun bagaimanapun juga, Ali berharap pandemi virus corona ini segera berakhir. "Saya berharap semua bisa kembali normal, dan saya bisa kencan secara nyata dengan kekasih saya seperti dulu."

Addy, perempuan 25 tahun, bercerita, ibunya mengenalkan ia dengan pria pujaan hatinya tersebut. Ia tinggal di Pennsylvania dan gebetannya itu tinggal di Michigan, tapi keduanya dari Ohio.

Ketika ia sedang di Ohio, gebetannya juga ada di sana. Mereka berkencan, lalu mulai saling mengirim sms.

Sejak saat itu, mereka sering berbicara satu sama lain secara teratur. Mereka bertemu dan terus berkencan.

Namun pada bulan Desember, Addy dan gebetannya sepakat untuk berteman, meskipun mereka saling menyukai. "Kami berbicara lebih sedikit setelah itu, dan kemudian dia benar-benar tak pernah menghubungiku lagi."

Addy dan gebetannya sudah tak bicara sebulan. Namun tiba-tiba si gebetan mengirimkan sms pada awal Februari.

"Saya sangat terkejut, jengkel dan frustrasi. Saya berusaha menghapus dia dari pikiran saya. Bahkan saya mengatakan kepadanya, 'Saya akan berhenti berpikir kita lebih dari teman'," kata Addy.

Namun di tengah pandemi virus corona, Addy dan gebetannya makin sering berbicara lebih banyak. Mereka berbicara via telepon setiap hari, mereka saling mengirim sms setiap hari, mereka juga sering melakukan FaceTime.

Ia, terang Addy, akhirnya malah ingin menjadi kekasihnya. "Saya juga sebenarnya ingin menjadi kekasihnya."

"Saya merasakan kegembiraan yang luar biasa ketika orang yang kamu sukai, ternyata juga menyukaimu. Sungguh menyenangkan rasanya, alih-alih merasa putus asa dan takut, lebih baik dicoba," kata Addy gembira.

"Ini sangat klise, tetapi saya merasa pengalaman hidup melalui pandemi virus corona benar-benar menyatukan orang-orang. Saya pikir kesulitan dan kesepian di tengah pandemi corona membawa kita jadi bersama. Saya tidak tahu berapa lama pandemi akan berlangsung, tetapi saya merasa lebih percaya kepadanya karena dia selalu ada di sana, untuk saya selama pandemi corona ini," terang Addy,

(Dyah Ratna Meta Novia)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement