CURAHAN hati emak-emak saat menemani sang anak belajar dari rumah di situasi pandemi corona COVID-19 mencuri perhatian netizen. Di Twitter tak sedikit emak-emak protes kepada guru sang anak saat diberi tugas sekolah yang lumayan rumit.
Tak dapat dipungkiri, di masa pandemi corona COVID-19, para ibu pasti mendapatkan tugas ganda di rumah. Selain masak di dapur atau membereskan rumah, bagi ibu pekerja kantoran pasti juga berkutat dengan tugas kantor.
Ditambah lagi harus menemani anak-anaknya yang menyelesaikan tugas sekolah di rumah. Kekuatan dan kesabaran para emak-emak tentu diuji, sampai akhirnya mereka menumpahkan isi hatinya dengan cara unik.
Dilansir Okezone dari Twitter @bintangforza, berikut secui curhatan emak-emak yang harus menemani anaknya membuat tugas hingga viral. Yuk simak!
Darah tinggi kambuh
Pesatnya kemajuan teknologi seperti belati bermata dua. Di satu sisi dapat mempermudah komunikasi, namun di sisi lain justru dapat merepotkan. Lihat saja curahan hati seorang ibu yang harus siaga mengikuti jadwal Zoom dan mengirimkan PR anaknya.
"Curcol pagi ini. Udah 4 hari online class bikin darting (darah tinggi) tiap pagi. Yang bikin darting apa? Anak gak nurut? No.. yang bikin darting adalah JADWAL ZOOM + SUBMIT ASSIGNMENT. Jadwal zoom mendadak dangdut semua, mau meeting diupdate hari H (sebagian 1 hari sebelumnya). Jadi tugas mamak adalah : REFRESH APPS EDMODO DARI JAM 7.30-13.00!!!," tulis sang ibu.
"Dapur gak keurus, boro-boro kerjaan yah, itu nomor paling terakhir udah. Tiap jam mantengin jadwal kelas setiap hari. Ini anak kelas SATU! Mana bisa ngecek jadwal, pindahin link zoom, dll. Coba para guru tempatin diri di posisi parents, bisa boker dengan tenang aja itu SESUATU BANGET!!," tutupnya kesal.
Panci sampai mau dilempar
Pemerintah sebetulnya telah berulang kali mengimbau masyarakat untuk rutin berolahraga untuk membantu meningkatkan imunitas tubuh dalam mencegah penularan COVID-19. Jadi tak heran bila banyak guru yang meminta agar para murid turut melaksanakan imbauan tersebut. Cara paling sederhana adalah dengan bermain lempar bola.
Bagi anak-anak yang masih dalam masa pertumbuhan, jenis olahraga ini diklaim dapat membantu meningkatkan keterampilan motorik kasar (gross motor). Namun ternyata ada saja orangtua yang mengaku kerepotan dengan kegiatan tersebut.
Mereka bahkan tak segan-segan menolak tugas yang diberikan oleh sang guru dengan berbagai alasan. Seperti terlihat pada hasil tangkapan kamera di bawah ini.
"Ga ada bola di rumah. Jangan yang aneh-aneh deh. Bikin PR aja udah cukup bikin stres," tulis seorang.
"Maaf ya mami bukan aneh-aneh.. Ini untuk kegiatan grossmotor anak dari IGTK. Sesimple mungkin bahan yang ada di rumah. Kalau gak ada gapapa mami," balas sang guru.
"Adanya panci," jawab si ibu menutup pembicaraan.
Isi hati beberapa ibu-ibu. pic.twitter.com/uL903wi7tt
(Dewi Kurniasari)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.