Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bisakah COVID-19 Hidup di Sayuran dan Buah?

Pradita Ananda , Jurnalis-Jum'at, 17 April 2020 |13:30 WIB
Bisakah COVID-19 Hidup di Sayuran dan Buah?
Ilustrasi (Foto : Live Science)
A
A
A

“Makanan basah, semi-padat adalah media yang bagus untuk mikroba dan dapat meningkatkan umur panjang virus,” imbuh Dr.Jack, seperti dikutip Vice, Jumat (17/4/2020).

Tempat potensial lain, virus corona kemungkinan memiliki umur panjang adalah pada makanan dengan eksterior yang lebih keras, seperti pisang, buah-buahan dan sayuran lainnya. Pada permukaan ini, dokter Jack mengatakan virus dapat bertahan hingga empat hari.

“Jika seseorang batuk lalu mengenai makanan dan Anda menyentuhnya, kemungkinan virus akan menempel di jari dan dapat menginfeksi diri Anda sendiri. Mengonsumsi makanan itu akan berisiko kecuali kita benar-benar mencucinya hingga bersih,” tambahnya.

Untuk berjaga-jaga, para ahli menyarankan tips sederhana dalam menyiapkan sayuran agar aman untuk dikonsumsi sehari-hari. Tips pertama ialah sayur-sayuran tersebut dicuci sampai benar-benar bersih. Kemudian, dokter Jack menambahkan memilih pre-packaged food misalnya untuk sayuran atau buah bisa jadi pilihan yang baik untuk dilakukan.

“Iya sih kurang ramah lingkungan, tapi tomat yang terbungkus, bawang yang dikemas, atau apel yang dikemas dalam paket box selalu hadir dengan perlindungan level ekstra. Untuk saat ini, salad yang dikemas rapi dalam paket kemungkinan bisa jadi pilihan lebih baik ketimbang sayuran selada yang terbuka tanpa dibungkus. Ini semua menyangkut sanitasi,” tutupnya.

(Helmi Ade Saputra)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement