Menjawab pertanyaan di atas, Psikolog Zarra Dwi Monica, MPsi menyebutkan, sebetulnya korelasi langsung antara dengan banyak waktu di rumah bisa picu orang jadi berkomentar negatif di media sosial, tidak bisa dipastikan langsung. Tapi psikolog muda tersebut tak menampik bahwa peluang terjadinya hal tersebut, memang ada.
“Sebenarnya korelasinya enggak bisa dipastikan dan enggak bersifat langsung gitu. Bukan berarti karena lagi PSBB sama dengan orang makin julid, karena balik lagi tergantung orangnya yang pasti. Sifatnya enggak langsung, bisa dikatakan tapi tidak menutup kemungkinan memang bisa terjadi,” terang Zarra, saat dihubungi Okezone, Senin (13/4/2020).
Pandemi corona COVID-19 yang belum bisa dipastikan kapan akan berakhir, juga menempatkan semua orang di situasi penuh ketidakpastian. Situasi seperti ini juga memaksa semua orang mengalami perubahan aktivitas. Sehingga kondisi ini membuat orang jadi lebih rentan merasa stres.
Namun adanya perubahan ritme hidup, perubahan aktivitas, dan kondisi wabah yang belum berakhir, bukan menjadi alasan setiap orang tidak bisa mengendalikan rasa stres dan emosinya.
“Kita perlu memahami, PSBB sudah pasti banyak perubahan aktivitas. orang secara umum jadi lebih banyak waktu di rumah. Enggak sedikit yang jadinya lebih banyak main hp saja," tambah Zarra.
"Perubahan ditambah kondisi wabah yang belum berakhir ini, memang orang jadi lebih rentan stres. Tapi balik lagi, tergantung tiap orang melepaskan stresnya. Mau cara positif dan negatif yang bisa merugikan orang lain,” katanya lagi,