Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dampak COVID-19, Ratusan Ribu Pasien Gagal Ginjal di Indonesia Terancam

Dampak COVID-19, Ratusan Ribu Pasien Gagal Ginjal di Indonesia Terancam
ilustrasi: okezone
A
A
A

Hal itu disebabkan karena protokol kesehatan pengecekan corona yang berliku" untuk dapat dijalani oleh pasien cuci darah yang membutuhkan pelayanan cepat.

"Kalau pasien cuci darah badannya demam, lalu mengikuti prosedur swab dan hasilnya baru tujuh hari kemudian. Mending pasien dibunuh saja. Ada 200.000 pasien cuci darah di Indonesia, hancur kita kalau seperti itu," sindir Tony.

Lantas, enanganan khusus apa yang dibutuhkan pasien cuci darah? Tony menjelaskan para pasien harus menjalani cuci darah sambil menunggu hasil tes keluar jika dicurigai menderita Covid-19.

"Pemerintah harus menyiapkan tempat khusus bagi pasien untuk cuci darah di setiap rumah sakit atau jadikan Wisma Atlet sebagai rujukan cuci darah. Tidak boleh berhenti. Kalau tidak maka akan jatuh banyak korban. Ada 200 ribu pasien loh, 100 ribu saja yang mati, Indonesia nomor satu nanti," tegasnya.

Menanggapi hal ini, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Brian Sriprahastuti, mengatakan, di tengah wabah virus corona, pengukuran suhu menjadi protokol utama untuk penapisan atau screening kesehatan. Suhu tubuh merupakan salah satu gejala bagi pasien yang terinfeksi virus corona.

"Jadi layanan kesehatan tidak dihentikan, hanya ada protokol yang berubah, tidak hanya untuk pasien gagal ginjal memerlukan HD, hampir semua layanan kesehatan itu memerlukan modifikasi protokol karena ada ancaman pandemi Covid-19 untuk kepentingan pasien maupun petugas," katanya.

Dia meminta para pasien yang mempunyai penyakit dasar dan merasa terabaikan untuk mengerti dengan modifikasi protokol demi memastikan keselamatan untuk semua pihak. Pemerintah berusaha semaksimal mungkin untuk memastikan layanan kesehatan yang dibutuhkan bagi masyarakat, terutama gagal ginjal.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement