HAMPIR sebulan kegiatan pembelajaran anak didik dilakukan di rumah atau Learning From Home secara nasional akibat pandemi virus Corona.
Bagi siswa maupun orangtua, proses belajar secara online, baik melalui email maupun media sosial penuh tantangan. Antara masalah materi pembelajaran, mengatasi rasa bosan sampai problem jaringan internet.
Agar belajar di rumah jadi tenang dan menyenangkan, ada tips dari Okezone yang dilansir dari situs Sahabat Keluarga, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan:
1. Ciptakan tempat belajar yang menyenangkan
Agar anak semangat belajar, perhatikan suasana belajar. Cari ruangan yang terang dengan suhu ruangan yang pas, tidak terlalu dingin atau panas.
Usahakan anak belajar di ruangan yang jauh dari benda yang dapat mengalihkan perhatian anak, seperti televisi, game konsoler atau jenis permainan lainnya. Orangtua boleh berinisiatif mengajak anak belajar di tempat terbuka sekitar rumah, seperti di taman atau rooftop (lahan terbuka di lantai atas). Belajar di ruangan terbuka memungkinkan anak untuk berinteraksi secara nyaman dengan orangtua.
2. Atur durasi belajar
Siswa umumnya dapat berkonsentrasi penuh dalam belajar selama 10-30 menit. Agar tidak bosan, berikan jeda waktu istirahat kepada anak setelah memelajari satu materi.
3. Kenali cara belajar anak
Orangtua perlu mengenali cara gaya belajar yang paling sesuai untuk anak. Gaya belajar perlu diamati agar orangtua dapat menyampaikan materi dengan tepat, sesuai daya tangkap anak.
Beberapa cara belajar anak tergantung dari kekuatan bakatnya. Misalnya, anak dengan gaya belajar visual memiliki kemampuan tinggi dalam mengeja, suka membaca, melakukan observasi, serta menggunakan gambar dalam mengingat sesuatu.
Sementara anak dengan tingkat auditori tinggi mudah terganggu dengan suara saat belajar, suka membaca buku dengan bersuara atau bergumam, serta lebih mudah mengingat sesuatu yang disajikan dalam bentuk langkah berurutan.
Gaya belajar kinestetik dimiliki oleh anak yang sering terlihat gelisah saat belajar, seperti menggerakkan kaki atau memutar-mutar pensil. Karena dengan cara tersebut, mereka akan lebih mudah mengingat apa yang sudah mereka kerjakan.
4. Kendalikan emosi
Orangtua harus lihai mengendalikan emosi saat mendampingi anak belajar. Hindari kebiasaan membandingkan anak dengan temannya. Sikap tadi diyakini dapat mengganggu proses belajar anak.
Untuk meningkatkan motivasi anak, orangtua bisa sesekali memberikan hadiah bila anak berhasil mencapai target tertentu. Misalnya, memberikan tambahan waktu bermain selama 30 menit atau hadiah cemilan bergizi saat anak berhasil mengerjakan semua soal latihan dengan benar.
5. Siapkan makanan bernutrisi dan bergizi tinggi
Yang tak kalah penting, pastikan anak belajar dalam kondisi sehat dan kenyang. Jangan sampai lupa menyiapkan nutrisi untuk meningkatkan konsentrasi anak saat menyimak materi belajar.
Jadikanlah kegiatan mendampingi anak belajar sebagai suatu kegiatan yang menyenangkan, baik bagi orang tua maupun anak. Lantaran menjadj momentum bagi orangtua untuk lebih dekat dengan anak, mengenali karakter dan potensi anak hingga mengantarnya berprestasi.
(Muhammad Saifullah )
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.