Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bertambah 218 Orang, Jubir Corona: Inilah Kenapa Perlu Jaga Jarak

Pradita Ananda , Jurnalis-Senin, 06 April 2020 |19:13 WIB
Bertambah 218 Orang, Jubir Corona: Inilah Kenapa Perlu Jaga Jarak
Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)
A
A
A

MASYARAKAT menjadi ujung tombak untuk memberantas corona COVID-19 di Indonesia. Hal ini disampaikan Seperti yang dikatakan oleh Jubir Penanganan COVID-19, dr Achmad Yurianto.

Di saat sebagian besar masyarakat Indonesia sudah melakukan isolasi mandiri, dengan bekerja, belajar, dan beribadah di rumah masing-masing, kurang lebih sejak tiga pekan lalu, asih banyak masyarakat yang cuek dan acuh menghadapi pandemi COVID-19 ini.

yuri

Bahkan pemerintah sendiri sudah mengeluarkan peraturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan Maklumat Polri, untuk mengurangi keramaian di masyarakat.

Namun sebagian orang masih berpergian bahkan mudik ke kampung halaman. Hal tersebut tentu membuat transmisi penularan menjadi semakin melebar.

Jadilah apapun yang dilakukan pemerintah untuk menangani COVID-19 ini, akan sia-sia jika tidak didukung oleh masyarakat.

Yuri mengatakan, pentingnya masyarakat menjadi ujung tombak pencegahan corona COVID-19 tidak boleh diremehkan. Sebab inilah hal dasar sebagai upaya pencegahan dan memutus rantai penularan virus corona COVID-19.

“Masyarakat adalah ujung tombak suksesnya penanganan COVID-19. Tetap patuhi peraturan untuk tetap tinggal di rumah dan tidak berpergian, termasuk mudik ke kampung halaman." ungkap Yuri, dalam konferensi pers daring Update COVID-19 di Gedung BNPB, Jakarta, Senin (6/4/2020).

Melakukan isolasi mandiri di rumah, dengan bekerja, belajar, dan tetap beribadah di rumah masing-masing jadi cara terbaik memberantas COVID-19. Jangan lupa jaga jarak dan menjaga kebersihan diri di manapun berada.

corona

"Inilah kenapa kita semua harus jaga jarak, pakai masker semuanya, dan cuci tangan menggunakan air dan sabun,” terangnya.

Cara tersebut, kata Yuri, sangat penting diterapkan untuk menjaga diri sendiri, keluarga, dan orang lain agar tetap sehat. Namun sayangnya masih banyak masyarakat yang belum disiplin. Contohnya memakai masker, tapi tidak mencuci tangan.

"Inilah pentingnya selalu disiplin mencuci tangan menggunakan air dan sabun, tetap patuhi peraturan untuk menjaga jarak," pungkasnya.

Untuk perkembangan data COVID-19 per hari ini, Senin 6 April 2020, dari data terbaru yang diumumkan, pasien positif terinfeksi bertambah sebanyak 218 Sehingga, hingga saat ini sudah ada 2.491 pasien, bertambah pasien sembuh 28 orang sehingga total pasien sembuh ada 192 orang, dan angka kematian bertambah 11 orang menjadi 209 orang.

Bagi masyarakat yang ingin mengakses informasi seputar COVID-19 di Indonesia, bisa membuka situs resmi www.covid19.go.id atau menghubungi hotline Kementerian Kesehatan di nomor 100-500-567, layanan chat WhatsApp COVID-19 di nomor 0811-3339-9000. Bisa juga menghubungi nomor hotline khusus Hotline 119 ext 9 sebagai nomor untuk pengaduan jika memerlukan bantuan saat ada gejala.

(Dewi Kurniasari)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement