Akhir-akhir ini herd immunity sering dibahas karena dinilai ampuh memperlambat penyebaran virus corona.
Dikutip dari Aljazeera, Senin (23/3/2020), herd immunity adalah situasi saat orang dalam populasi ttertentu mempunyai kekebalan terhadap penyakit. Cara ini diklaim efektif menghentikan persebaran penyakit tersebut seperti virus corona.

Kekebalan tubuh bisa berasal dari vaksinasi atau dari orang yang terjangkit penyakit itu sebelumnya. Dalam kasus pandemi corona ini bisa digambarkan semakin banyak yang terinfeksi, maka bakal lebih banyak orang yang sembuh dan kemudian menjadi kebal.
Profesor Penyakit Menular dari London School of Hygiene, Martin Hibberd mengatakan, jika sekitar 70 persen dari polulasi yang terinfeksi telah pulih, maka kemungkinan wabah penyakit jauh lebih sedikit. "Sebab kebanyakan orang kebal terhadap infeksi. Inilah yang disebut Herd Immunity," katanya
Lantas, apakah herd immunity mampu memperlambat persebaran virus corona?
Hasil penelitian terbaru menyebutkan satu orang terinfeksi virus corona bakal menularkan kepada sekitar 2-3 orang lain. Jika tidak ada tindakan yang diambil, maka herd immunity bakal meningkat antara 50-70 persen sehingga sisa populasi menjadi kebal.
Namun, belum ada yang menempuh cara ini. Saat ini semua ilmuwan dan tenaga medis di dunia berfokus pada menurunkan jumlah orang yang terinfeksi virus corona.
"Dari sudut pandang epidemologi, triknya adalah mengurangi jumlah orang yang kontak dengan kita. Sehingga kita dapat menurunkan jumlah orang yang terinfeksi. Jadi Herd Immunity dimulai lebih awal," terang Matthew Baylis, Profesor dari Institute of Infection, Veterinary and Ecological Sciences di Liverpool University.