Advertisement
Advertisement

IDI Minta RS Tak Terapkan Double Shift untuk Dokter yang Tangani Pasien Covid-19

Dimas Andhika Fikri , Jurnalis-Senin, 23 Maret 2020 |16:02 WIB
IDI Minta RS Tak Terapkan <i>Double Shift</i> untuk Dokter yang Tangani Pasien Covid-19
Ilustrasi (Foto : Shutterstock)
A
A
A

"Sekarang banyak rumah sakit yang menerapkan kebijakan dua shift. Artinya, setiap dokter harus siapa siaga selama 12 jam per shift. Hal ini terjadi karena kita memang sedang kekurangan tenaga medis," ujar Daeng saat dihubungi Okezone via sambungan telefon, Senin (23/3/2020).

Maka dari itu, Daeng pun meminta agar setiap rumah sakit bisa menjamin pengaturan jadwal yang layak bagi para dokter, supaya mereka mendapatkan waktu istirahat yang cukup.

"Yang kami minta penjadwalan diatur selayak mungkin, supaya tidak double shift (24 jam). Jadi dokter-dokter itu tidak terlalu lelah dan capek. Sebenarnya yang bagus itu ya per hari 3 shift. Tapi dengan kondisi darurat seperti ini, bisa jadi rumah sakit hanya mampu menyediakan dua shift saja," kata Daeng.

"Jadi saya mohon, jangan sampai 24 jam. Kasian dokter-dokter itu nanti kecapaian. Kalau kecapaian risikonya dua, konsentransi berkurang dan risiko tertular Covid-19 jauh lebih besar," tandasnya.

(Helmi Ade Saputra)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement