VIRUS corona nampaknya kini tak hanya menyerang manusia. Karena di Hong Kong dua ekor anjing dilaporkan positif COVID-19.
Pemerintah Hong Kong telah mengonfirmasi kasus virus korona kedua, terhadap anjing peliharaan. Dua hewan itu diketahui tertular dari majikan, yang lebih dulu dinyatakan positif COVID-19.
Departemen Pertanian, Perikanan dan Konservasi Hong Kong mengatakan, anjing yang tinggal di Pork Lu Lam, merupakan anjing kedua yang positif COVID-19. Anjing tersebut diisolasi di fasilitas satwa bersama anjing ras campuran milik warga, yang tinggal di area sama.

Namun untuk hasil tes anjing ras campuran sejauh ini negatif virus corona. Kedua anjing tersebut juga tak menunjukkan gejala sakit, sehingga tetap beraktivitas seperti biasa.
"Tidak ada hasil positif diperoleh dari anjing ras campuran dan anjing-anjing itu tidak menunjukkan tanda-tanda penyakit. Kami akan terus memonitor kedua anjing dan melakukan tes berulang kali," bunyi pernyataan departemen, dikutip dari Bloomberg, Jumat (20/3/2020).
Pemerintah setempat pun mengingatkan kepada pemilik hewan
peliharaan, untuk menerapkan kebersihan. Termasuk mencuci tangan sebelum dan sesudah bermain dengan hewan, memegang makanan, dan tidak menciumnya.
Sementara jika pemilik anjing ada yang terinfeksi COVID-19, maka hewan peliharaannya juga harus dikarantina. Namun hal yang perlu diperhatikan sejauh ini tidak ada bukti bahwa hewan peliharaan bisa menjadi sumber penularan COVID-19 ke manusia. Demikian dilansir Okezone dari INewsid.
Sebelumnya, anjing pertama di dunia yang diduga terinfeksi virus corona atau COVID-19, dilaporkan mati pada Senin 16 Maret 2020 di Hong Kong.
Anjing jenis Pomeranian berusia 17 tahun itu dikabarkan sempat menjalani masa karantina dari virus corona sejak 26 Februari 2020. Anjing itu diperbolehkan pulang ke rumah pada Sabtu 14 Maret 2020 setelah dinyatakan negatif.
(Dewi Kurniasari)