Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Keluh Kesah Pengguna KRL terhadap Penerapan Social Distancing

Leonardus Selwyn Kangsaputra , Jurnalis-Jum'at, 20 Maret 2020 |14:05 WIB
Keluh Kesah Pengguna KRL terhadap Penerapan <i>Social Distancing</i>
Suasana di KRL setelah pemerintah mengimbau social distancing (Foto : Istimewa)
A
A
A

Pengguna transportasi umum menjadi salah satu kalangan orang yang paling berisiko terpapar virus corona. Alhasil banyak pengguna kereta rel listrik (KRL) yang berupaya menerapkan social distancing untuk mencegah penyebaran virus corona.

Salah satu pengguna KRL bernama Siska, mengatakan social distancing di KRL sama sekali tidak berjalan efektif. Pasalnya Siska harus berjuang untuk berangkat kerja di tengah pandemi virus corona yang melanda Indonesia.

Sosial distancing tidak efektif, karena kondisi sangat ramai. Apalagi saat jam sibuk seperti pulang kerja dan berangkat kerja. Sama sekali tidak bisa menerapkan sosial distancing dengan jarak dua meter seperti yang dianjurkan,” terang Siska kepada Okezone, Jumat (20/3/2020).

Social Distancing

Siska mengatakan seharusnya pihak KRL melakukan pembatasan penumpang di setiap gerbong. Hal ini dilakukan supaya penumpang KRL tidak membeludak yang berpotensi besar menyebarkan virus corona.

“Jadi petugas tidak cuma memeriksa suhu tapi mengatur penumpang untuk membatasi kapasitas di dalam kereta. Bisa juga dilakukan penambahan jadwal, jadi penumpangnya dibatasi tapi keretanya diperbanyak,” lanjutnya.

Selain itu Siska juga mengatakan semua perusahaan juga harus menerapkan work from home (WFH). Tujuannya agar tidak ada orang yang masih berangkat kerja menggunakan kereta. Jadi social distancing bisa berjalan dengan baik.

Social Distancing

“Untuk saat ini yang bisa saya lakukan untuk social distancing di kereta adalah menjaga jarak dengan penumpang lainnya. Jangan memegang tiang dan pegangan kereta, menggunakan masker, sehabis dari stasiun, khususnya selesai tap kartu pastikan menggunakan hand sanitizer,” tuntasnya.

Sementara, Lutfi, salah satu pegawai swasta pengguna KRL memiliki pendapat yang hampir serupa dengan Siska. Lutfi berangkat kerja sekira pukul 10.30 WIB naik KRL, kondisi di gerbong tidak terlalu ramai.

"Karena mungkin sudah agak siang. Orang-orang sudah banyak pakai masker, tapi kalau jarak antar penumpang masih seperti biasa saja," ucapnya kepada Okezone.

Karena itu, Lutfi menilai social distancing di KRL sedikit sulit diterapkan, terlebih ketika jam-jam sibuk. "Kalau jam sibuk mungkin repot, berangkat dan pulang kerja penuh sekali mungkin," tuturnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement