HARI Tidur Sedunia jatuh pada 13 Maret 2020. Tak bisa dipungkiri, tidur sangat dibutuhkan manusia untuk membantu memperbaiki metabolisme tubuh.
Akan tetapi, di kalangan masyarakat, aktivitas tidur sering dikaitkan dengan memiliki mitos dan fakta. Menariknya, tak banyak diketahui oleh banyak masyarakat.
Ada banyak mitos umum tentang tidur. Mulai dari hal sederhana, hingga beberapa hal lainnya yang jarang ditemui. Dilansir Okezone dari National Sleep Foundation, Jumat (13/3/2020), berikut ulasannya.
Mendengkur

Mendengkur adalah masalah umum, terutama pada kalangan pria. Sayangnya, masyarakat sering mengira kebiasaan mendengkur itu tidak berbahaya. Ingat, ini cuma mitos ya!
Faktanya, mendengkur mungkin bisa menjadi gejala dari gangguan tidur, yang mengancam jiwa atau biasa disebut sleep apnea. Sleep apnea ditandai dengan jeda dalam pernapasan, yang mencegah udara mengalir masuk atau keluar, dari saluran udara orang yang sedang tidur. Orang dengan sleep apnea sering terbangun di malam hari sambil terengah-engah.
Durasi tidur bisa 'utang'
Ahli tidur mengatakan, kebanyakan orang dewasa membutuhkan tidur antara 7-9 jam setiap malam. Durasi tidur itu untuk memperoleh kinerja, kesehatan, juga keselamatan optimal. Ketika tidak mendapatkan tidur yang cukup, seseorang akan menumpuk utang tidur.
Seseorang akan sulit untuk membayar kembali, jika itu menjadi terlalu besar. Kurang tidur yang dihasilkan telah dikaitkan dengan masalah kesehatan, seperti obesitas dan tekanan darah tinggi, suasana hati dan perilaku negatif, penurunan produktivitas, juga masalah keamanan di rumah, di tempat kerja dan di jalan.
Mengatasi rasa kantuk di mobil dengan cara 'klasik'
Menghidupkan radio, membuka jendela, atau menyalakan AC adalah cara yang efektif untuk tetap terjaga saat mengemudi. Cara ini sering digunakan seseorang agar tetap terjaga saat mengemudi. Padahal cuma mitos.
Karena sebenarnya cara ini tidak efektif dan bisa berbahaya bagi orang yang mengemudi. Jika Anda merasa lelah saat mengemudi, hal terbaik yang harus dilakukan adalah keluar dari jalan menuju tempat istirahat yang aman.
Anda bisa tidur selama 15-45 menit, atau mengonsumsi minuman berkafein, untuk membantu mengatasi kantuk dalam waktu singkat. Tapi, dibutuhkan sekitar 30 menit sebelum efeknya terasa. Pencegahan terbaik untuk mengatasi kantuk adalah tidur yang nyenyak di malam hari sebelum perjalanan.
(Dewi Kurniasari)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.