"Makanya dalam kepentingan ini kita memiliki data dan miliki alat ukur. Karena banyak penduduk yang bukan orang jakarta tapi kalau siang ada di sini," tambah dia.
Dengan virus tersebut menempel pada pasien, maka virus akan terus bergerak. Selain itu, dia pun memilih tidak mengekspose orang yang terindikasi positif virus Korona COVID-19 karena adanya stigma di masyarakat.
"Pertanyaanya, apakah masyarakat kita sudah cukup dewasa? Wong kita baru sebut nama, orang saja sudah luar biasa (heboh)," tukas dia.
(Martin Bagya Kertiyasa)