PEMERINTAH tetap konsisten tidak membeberkan nama bahkan daerah tempat pasien yang positif Virus Korona COVID-19 berasal. Meskipun, sebelumnya pasien pertama dan kedua telah diketahui identitasnya.
Juru Bicara Penanganan Korona COVID-19, Achmad Yurianto, mengatakan sebuah daerah tidak bisa dikategorikan menjadi tempat penyakti. Hal ini lantaran virus Korona COVID-19 pembawa penyakitnya adalah orang.
Dia mencontohkan, ketika ada pasien positif COVID-19 di sebuah daerah, lantas daerah tersebut dijadikan merah, maka ketika orang tersebut keluar dari daerah itu, maka daearh itu tidak bisa lagi disebut waspada. Karena itu, yang lebih diperhatikan adalah ke mana pergerakan individu yang positif terkena virus tersebut.
"Yang penting gambaran tracing orang ini gerak ke mana. Teknologi itu sangat bagus dalam sisi epidomologi," kata dia di Kantor Staff Presiden (KSP), Jakarta.
