Namun, sebelum benar-benar menjalankan penelitian ini. Hvivi sebagai perusahaan pemilik laboratorium tersebut harus mendapatkan izin dari Medicines and Healthcare Products Regulatory Agency Inggris. Uji coba ini sendiri, diyakini sebagai salah satu bagian proyek bernilai USD 2 Miliar, sebagai upaya dunia untuk bisa menemukan obat virus korona COVID-19.
Jika penelitian diizinkan dilakukan dan berhasil, nantinya para pembuat alias penemu vaksin virus korona/COVID-19 akan menerima penghargaan.
Selain di Inggris, para pembuat obat lainnya juga tengah memulai studi mereka sendiri terhadap virus korona/COVID-19 ini. Contohnya para ilmuwan di Seattle, Amerika, yang tengah mencari orang-orang sehat yang mau menjadi relawan, untuk berpartisipasi dalam percobaan selama 14 bulan.
(Dewi Kurniasari)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.