Isu penularan virus korona/Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) jangan sampai membuat kita melupakan penyakit lain, misalnya Demam Berdarah Dengue (DBD). Data Kementerian Kesehatan RI dari Januari hingga Februari 2020 mencatat ada 13.864 kasus DBD.
Dari jumlah kasus DBD tersebut, terdapat korban meninggal dunia sebanyak 78 orang. Kasus kematian tertinggi ada di wilayah Jawa Barat dengan jumlah kasus sebanyak 1.420-an kasus dengan data kematian 15 orang.
Karenanya, penting untuk melakukan pencegahan DBD. Selain dengan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), penting untuk mengenali gejala DBD selain bintik-bintik merah yang umumnya telah diketahui masyarakat.
Dilansir Okezone dari Mayoclinic, berikut adalah beberapa gejala DBD yang harus Anda kenali. Sebaiknya peka lebih awal agar penyakitnya segera ditangani.
Demam

Banyak orang, terutama anak-anak dan remaja, mungkin tidak mengalami tanda atau gejala saat demam ringan. Bila gejala memang terjadi, biasanya mulai 4-7 hari digigit nyamuk yang terinfeksi.
DBD biasanya ditunjukkan dengan suhu tubuh di atas 39 derajat Celcius. Waktu demamnya pun berbeda, biasanya dalam dua hari demamnya pulih. Lalu setelahnya demam muncul kembali bak siklus tapal kuda.
Mual dan muntah
Selain demam, gejala awal yang menandakan bahwa seorang terkena DBD adalah sering mual dan muntah. Hal ini disertai pula dengan sakit kepala yang berat. Nafsu makan pun seketika hilang, sehingga membuat tubuh pasien rapuh.
Nyeri tulang
Pasien DBD rentan mengalami nyeri tulang dan otot. Apalagi saat kondisi tubuh menggigil, rasanya sangat tidak nyaman. Wajahnya juga pucat dan malas bergerak. Bila muncul tanda ini, sebaiknya peka dan segera ke dokter.