Lebih lanjut Lily menjelaskan, temuan ini juga sangat berguna untuk menghentikan kebiasaan makan tidak sehat pada anak-anak, akibat penggunaan media sosial yang berlebihan. Studi yang dipublikasilan pada journal Appetite ini juga telah melakukan survey khusus kepada 369 mahasiswa dan mahasiswi.
Survei tersebut dilakukan untuk mengestimasi seberapa banyak buah, sayuran, serta jumlah kalori dan gula yang masuk ke tubuh teman-teman mereka di media sosial setiap hari. Informasi itu kemudian akan dicocokkan dengan data dari kebiasaan makan mereka sendiri. Hasilnya pun cukup mengejutkan.
Mahasiswa dengan circle pertemanan yang hobi mengonsumsi junk food, cenderung memiliki kebiasaan serupa. Bahkan, porsinya bisa lebih banyak.