Sayangnya beberapa ahli imunologi mengatakan, teh yang dikonsumsi oleh manusia tidak akan mencapai paru-paru. Bahkan jika percobaan in vitro membuktikan bahwa teh dapat menghambat atau membunuh virus, maka kebiasaan ini sama sekali tidak dapat bekerja.
Artikel tentang manfaat teh tersebut diterbitkan oleh akun WeChat dari Zhejiang CDC pada 26 Februari 2020. Namun kini telah dihapus.
Staf dari pusat penelitian mengatakan, temuan tersebut akan dipublikasikan melalui akun WeChat setelah menyelesaikan prosedur yang dibutuhkan.