Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

2 Orang Indonesia Positif Korona COVID-19, Menkes Terawan Bantah Kecolongan

Muhammad Sukardi , Jurnalis-Senin, 02 Maret 2020 |20:32 WIB
2 Orang Indonesia Positif Korona COVID-19, Menkes Terawan Bantah Kecolongan
Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)
A
A
A

ANGGOTA Komisi IX Fraksi Golkar, Darul Siska, menilai pengawasan pemerintah kurang teliti, dalam mengantisipasi masuknya virus korona/Coronavirus Disease 2019 (COVID-19). Meskipun COVID-19 mengancam banyak negara, warga negara asing masih diperbolehkan masuk ke Indonesia.

Dia menilai, kasus pasien positif ini menandakan pemerintah kebobolan, karena warga negara Jepang menularkan virus ini. Darul pun menyarankan agar pemeriksaan sampel terhadap setiap orang yang hendak masuk ke Indonesia dilakukan secara ketat tanpa kompromi.

virus korona

Pemeriksaan ini dilakukan pada semua warga negara asing yang masuk ke Indonesia. Ia pun menilai kalau tindakan ini tidak dijalankan pemerintah dengan baik, sampai akhirnya ada kasus pasien positif COVID-19.

Menanggapi hal ini, secara terpisah Menteri Kesehatan RI Terawan Agus Putranto membantah adanya kecolongan.

"Tidak ada istilah kecolongan!" tegasnya di depan awak media di Kantor Kemenkes, Jakarta, Senin (2/3/2020).

Ia menilai, ketahanan kesehatan nasional terjaga dengan baik sekarang ini, berkat sikap saling menjaga, gotong royong, dan saling membantu di antara masyarakat. Ini menjadi bukti bahwa tidak ada kecolongan.

Dengan ketahanan kesehatan nasional yang baik, sambung Menkes Terawan, itu menunjukan kesiapan bangsa ini melawan COVID-19. "Kami sudah berjuang, sudah sejauh ini sangat luar biasa," paparnya.

Sementara itu, dalam penemuan pasien positif COVID-19 ini, Menkes Terawan juga melihat ada hal positif yang bisa dipelajari. Sebelum menemukan kasus pertama virus korona/COVID-19 di Indonesia, Kemenkes berhasil menemukan virus SARS-CoV-2.

Hal itu menandakan bahwa Balitbangkes berhasil menemukan dan laboratorium benar bisa mendeteksi virus ini. Kemudian, dengan penemuan kasus positif COVID-19 ini, Kemenkes jadi memiliki bahan untuk riset selanjutnya.

"Dengan adanya kasus ini, virus bisa diperiksa, arahnya bisa jadi vaksin atau apapun itu. Bahan sudah ada di Litbangkes," pungkasnya.

(Dewi Kurniasari)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement