Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Lika-liku Perjalanan Pernikahan dari Setahun hingga 20 Tahun

Adityo Bagas , Jurnalis-Sabtu, 29 Februari 2020 |16:31 WIB
Lika-liku Perjalanan Pernikahan dari Setahun hingga 20 Tahun
Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)
A
A
A

SETIAP hubungan pasti memiliki pasangan surut, tidak terkecuali ketika sudah menikah. Tapi, dalam sebuah pernikahan, Anda tidak boleh takut jika mengalami masa-masa krisis hubungan.

Penulis Robert Stevenson pernah berkata, Pernikahan adalah satu percakapan panjang, yang cepat atau lambat akan mengalami masa krisis seiring berjalannya waktu.

Ketika menghadapi masa krisis, pasangan akan mencapai tingkat baru dalam suatu hubungan mereka, dan akan menemukan cara baru untuk dapat bahagia pada satu sama lain.

Ini mungkin bisa saja menjadi pertanda bahwa hubungan Anda akan sedang berkembang, dan akan melanjutkan ke masa-masa serius. Yang utama adalah mencari cara keluar dari masa kesulitan tersebut, buktikanlah bahwa apa yang kita ucapkan kala menikah bukan omong kosong belaka.

Ada beberapa masa-masa krisis pernikahan, seperti dilansir dari brightside, Sabtu (29/02/2020), berikut ulasannya.

seperti dilansir dari brightside, Sabtu (29/02/2020), berikut ulasannya.

Setahun pertama pernikahan: Tahap realisasi

Rita DeMaria, seorang terapis pernikahan dan keluarga telajh menyatakan bahwa krisis pernikahan pada tahun pertama hanya bentuk "tahap realisasi". Biasanya ini terjadi setelah 6-12 bulan hidup bersama.

Pesona pertama jatuh cinta akan hilang karena dari beberapa faktor, kemudian Anda mulai melihat pasangan Anda seperti apa adanya dengan beberapa kelemahan mereka.

Baverly Hayman, seorang psikolog mengatakan bahwa sebelum menikah, alangkah baiknya Anda untuk melakukan pembahasan masalah serius seperti keuangan, anak-anak, waktu luang, dan lainnya.

Mulailah Anda untuk berbicara jujur tentang nilai dan prioritas Anda. Maka, penting bagi Anda untuk mencapai kesepakatan segala hal yang akan Anda jalani dengan pasangan Anda.

3-4 tahun pernikahan: Berhati-hatilah dengan zona nyaman

Penelitian di antara 2.000 pasangan menikah di Inggris menunjukkan bahwa dalam 3 setengah tahun, pasangan mulai menganggap satu sama lain hanya biasa saja.

Mereka jarang sekali untuk melakukan hubungan intim dan juga jarang untuk mengucapkan "aku mencintaimu" pada satu sama lain, karena mungkin mereka telah menemukan "zona nyaman" mereka masing-masing.

Di satu sisi, Anda perlu menjaga intensitas emosi dalam hidup Anda. Mulailah Anda untuk lebih saling memuji dan memuji prestasi satu sama lain.

Lebih baik untuk tidak mengatakan sesuatu aneh kepada pasangan pernikahan Anda, dan sebaiknya Anda diam untuk tidak mengatakannya, walaupun itu terasa sangat menjanggal. Maka, seiring berjalannya waktu, Anda akan menemukan kebahagiaan, dan selintas Anda akan melupakan hal janggal tersebut.

10-15 tahun pernikahan: usia yang sulit

Sesuai dengan penelitian bahwa, 10 tahun adalah ambang batas paling sulit dari hubungan apapun. 2.000 wanita di AS mengatakan bahwa tahun ke 11 pernikahan adalah hal yang paling sulit.

Pada waktu ini, istri lebih banyak memiliki tanggung jawab, di antaranya mengurus anak, mengatur rumah tangga, dan mengatur keuangan. Karena di antara mereka sibuk dan sama-sama lelah, kualitas hubungan mereka akan menurun, dan lebih memikirkan untuk hal yang luar biasa menjadi biasa.

dan lebih memikirkan untuk hal yang luar biasa menjadi biasa.

Seorang terapis keluarga Dana Fillmore dan Amy Barnhart merekomendasikan agar Anda memperlakukan keluarga Anda, terutama dengan pasangan Anda dengan banyak humor dan sering mengajaknya tertawa bersama.

20-30 tahun pernikahan: krisis paruh baya

Pernikahan 20 tahun ini terjadi karena krisis paruh baya pribadi dari kedua pasangan. Efeknya meningkat dengan apa yang disebut sindrom sarang kosong ketika anak tumbuh dewasa dan menikah, sementara anak telah berkeluarga dan mempunyai rumah sendiri.

Di 20 tahun pernikahan ini, Anda bersama pasangan Anda mungkin akan mengalami masa kelelahan, karena menganggap misi dan tugas mereka telah selesai.

Kemunculan konflik antara Anda dengan pasangan Anda akan segera meningkat. Maka dari itu, sebaiknya Anda untuk tidak berjarak pada satu sama lain, carilah makna keberadaan lain bagi Anda pada pasangan Anda, meskipun Anda telah memiliki banyak waktu untuk menyelesaikannya.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement