Singapura menjadi contoh nyata COVID-19 dapat menyebar antarmanusia. Kasus WNI di sana salah satu bukti nyatanya.
Ya, orang Indonesia tersebut bekerja di rumah penjual obat dan dia terinfeksi COVID-19 karena majikannya. Padahal, perempuan berusia 44 tahun itu tidak pernah ke Wuhan sebelumnya dan dia terinfeksi hanya karena sentuhan sang majikan.
Secara keseluruhan, berdasarkan data yang beredar, ada 25 kasus COVID-19 di Singapura yang kesemuanya itu terinfeksi antarmanusia atau 'local transmission'. Jadi, virus yang telah menewaskan 1.115 orang secara global ini memang dapat menyebar dengan mudah antarmanusia.
Meski pemerintah Singapura telah menaikan level kewaspadaan dari kuning menjadi oranye yang berarti satu level di bawah merah atau sangat bahaya, mereka diketahui tidak panik. Seperti yang disampaikan Nas Daily di Youtube Channel-nya.

Ya, dalam video yang ia bagikan kemarin (11/2), dijelaskan bahwa siapa saja yang diduga terinfeksi COVID-19 akan langsung dilarikan ke rumah sakit setidaknya satu jam setelah terinfeksi. "Dan siapa saja orang yang menyentuh langsung orang terinfeksi, dia akan langsung diobservasi untuk dicari tahu kondisinya, apakah dia terinfeksi virus atau tidak," kata Nas.
Nas menjelaskan, ada 98 persen orang yang terinfeksi COVID-19 sembuh dan bisa keluar dari rumah sakit. Hal ini tentu melegakan dan menjadi salah satu alasan kenapa masyarakat Singapura tidak panik.
"Jangan hanya melihat data orang-orang yang terinfeksi virus, tapi lihat juga mereka yang sembuh," ucap Nas. Dalam video juga diperlihatkan contoh orang yang sembuhnya.

Pada akhirnya, COVID-19 dapat disembuhkan. Ini bukan hanya pernyataan 'halu', tetapi Nas coba mewawancarai tenaga medis yang menangani kasus wabah ini.
"Kami adalah tim kesehatan yang merawat pasien COVID-19 di garda depan dan bersama-sama kita yakin kita akan mengatasi masalah ini," kata tim medis Singapura.
(Helmi Ade Saputra)