Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tips Pola Asuh, Jangan Labeli si Kecil dengan Sebutan Anak Nakal

Pradita Ananda , Jurnalis-Minggu, 09 Februari 2020 |20:00 WIB
Tips Pola Asuh, Jangan Labeli si Kecil dengan Sebutan Anak Nakal
Ilustrasi (Foto : Parenting)
A
A
A

Momen memberitahu anak bahwa tindakan yang dilakukan adalah tindakan yang salah, tidak bisa sembarangan dilakukan. Sebab, momen menjelaskan kepada anak ini juga sekaligus memberitahu mereka bahwa ada konsekuensi yang harus diterima jika tetap tidak patuh.

“Komunikasi sama anak. Kenapa hal itu enggak boleh dilakukan, kasih tahu dari awal konsekuensi yang ia terima jika nekat melakukan kesalahan itu. Jadi anak enggak bingung dan kaget. Kalau masih diulang padahal sudah dikasih tahu, ya mau enggak mau harus kasih tahu lagi berulang-ulang. Kuncinya ya sabar dan tetap enggak boleh nyakitin fisik dan batin anak,” imbuhnya.

Kemudian bagaimana posisinya, jika kita hanya sebagai om, tante atau sepupu? Berhak kah kita memberikan konsekuensi pada anak yang dinilai tak patuh dan melakukan kesalahan tersebut?

Jawabannya tentu saja tidak, sebab yang berhak untuk memberikan konsekuensi pada anak hanyalah orangtuanya.

“Kalau jadi tante atau om, ya anak itu sebatas kita peringatkan kita kasih tahu. Misalnya, “Jangan loncat-loncat di kursi ya, karena kursi bukan untuk diloncati”. Selebihnya, langsung beritahu orangtuanya saja,” tutup Sani.

(Muhammad Saifullah )

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement