BEDONG bayi mungkin masih menuai banyak pro dan kontra, penjelasan dokter berikut ini mungkin bisa manjawab semua pertanyaan Anda selama ini. Membedong bayi sudah menjadi tradisi yang mendarah daging bagi sebagian masyarakat Indonesia, meski mungkin sebagian besar dari mereka tidak begitu paham terkait manfaat dari bedong itu sendiri.
Dokter lulusan Universitas Sebelas Maret, Emilya Sari mengatakan bedong bayi memang memiliki manfaat. Akan tetapi ada beberapa hal yang harus diperhatikan seperti, di antaranya bedong harus longgar dan tetap memberikan kenyaman serta keleluasaan untuk pergerakan si kecil.
“Bedong longgar juga bisa untuk menjaga kehangatan tubuh bayi, karena bayi lebih mudah mengalami hipotermia dan pengaturan suhu tubuhnya belum sempurna. Jadi dengan dibedong longgar sangat membantu supaya suhu tubuh bayi terjaga,” jelasnya kepada Okezone pada Jumat 8 Februari 2020.

Ilustrasi. Foto: Thenewbornbaby
Emilya menambahkan, harus diperhatikan juga suhu lingkungan, jangan sampai suhu terlalu panas sehingga bayi malah jadi tidak nyaman dibedong. Pemakaian bedong juga jangan terlalu ketat, karena bisa mempengaruhi formasi tulang bayi seperti pada panggul.

Ilustrasi. Foto: Istimewa
Perhatikan juga apakah bedong itu membatasi pernafasan bayi atau tidak, karena menimbulkan dampak negatif untuk anak tersebut.
Selain membuat hangat, Emilya menyampaikan bahwa bedong bayi memberikan rasa nyaman seperti saat sedang berada di rahim. “Jadi tujuan bedong longgar itu sendiri adalah untuk membuat bayi merasa nyaman seperti suasana di dalam rahim,” tuturnya.