DATA Globocan 2018 mencatat, kanker paru telah menjadi penyebab kematian akibat kanker paling besar di Indonesia. mencapai 19,3 persen dibandingkan dengan total kematian dari seluruh kanker lainnya.
Prof.Dr.dr Aru Wisaksono Sudoyo, Sp.PD, KHOM, FINASIM, FACP, mengatakan saat ini telah tersedia beberapa pengobatan untuk kanker paru. Meski demikian, tetap diperlukan suatu inovasi pengobatan yang berkelanjutan.
Menurutnya, beberapa jenis pengobatan yang biasanya dijalani oleh pasien kanker paru adalah operasi, kemoterapi, radiasi, dan terapi target.
"Kini, telah ada imunoterapi untuk kanker paru, sebuah standar terbaru bagi pengobatan kanker di Indonesia yang dapat memperpanjang harapan hidup pasien dan meningkatkan kualitas hidup mereka," jelas Prof. Aru seperi dikutip dari siaran pers yang diterima Okezone, Jumat (7/6/2020).
Berbeda dengan kemoterapi yang berfungsi untuk membunuh sel kanker, imuno onkologi bekerja menggunakan sistem imun tubuh untuk menyerang sel kanker.