KORBAN virus Korona (Corona virus/2019-nCov) kembali bertambah. Data yang dirilis Komisi Kesehatan Nasional China menyebut kembali jatuh korban sebanyak 65 orang, sehingga total yang meninggal mencapai 492 di seluruh dunia.
Virus Korona kerap memang tengah menjadi pembicaraan, setelah WHO menetapkan status darurat. Orang-orang pun berlomba mencari tahu cara menghindari virus Korona.
Meski demikian, masih banyak informasi yang tidak akurat terkait virus ini. Dilansir dari gulfnews, inilah beberapa mitos dan fakta tentang virus Korona.
Mitos: masker bedah bisa melindungi diri dari virus Korona
Fakta: memakai masker N95 dan mencuci tangan secara teratur adalah hal yang baik untuk pencegahan terkena virus Korona.

Mitos: lansia lebih rentan terinfeksi virus Korona
Fakta: segala usia dapat terinfeksi virus Korona. Namun, orang yang tubuhnya kurang fit mungkin lebih rentan terinfeksi.
Mitos: akan meninggal jika terinfeksi
Fakta: sampai saat ini, hanya 2,09% yang meninggal karena virus Korona Wuhan.
Mitos: antibiotik bisa mengobati virus Korona
Fakta: WHO mengonfirmasi bahwa antibiotik tidak bekerja melawan virus. Antibiotik hanya mengobati bakteri. Korona adalah virus, oleh karena itu antibiotik tidak bisa dijadikan pencegahan.
Mitos: virus Korona adalah virus paling mematikan saat ini
Fakta: berita tentang virus Korona yang menyebar di seluruh dunia mungkin menakutkan. Namun, virus Korona bukanlah virus yang paling mematikan.

Mitos: virus Korona menyebar melalui udara
Fakta: kuman umumnya tidak menyebar melalui udara. Faktanya, virus menular dari orang ke orang melalui bersin atau batuk. Kemudian terinfeksi melalui mata, hidung, atau mulut.
Mitos: hewan peliharaan dapat menyebarkan virus Korona
Fakta: sampai saat ini, tidak ada bukti bahwa hewan di rumah dapat menyebabkan infeksi. Namun, cuci tanganlah setelah kontak fisik dengan hewan.
Mitos: jika terinfeksi akan seperti zombie
Fakta: virus Korona tidak membuat orang seperti zombie.
Mitos: virus Korona bisa menyebar melalu barang impor
Fakta: tidak ada bukti bahwa Korona dapat ditularkan melalui barang.
(Martin Bagya Kertiyasa)