Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jauh dari Teknologi, Lihat Gaya Hidup Orang Dayak di Desa Budaya Pampang

Dewi Kania , Jurnalis-Senin, 09 Desember 2019 |12:49 WIB
Jauh dari Teknologi, Lihat Gaya Hidup Orang Dayak di Desa Budaya Pampang
Gadis Dayak. (Foto: Okezone)
A
A
A

WALAUPUN berada di zaman serba canggih, eksistensi masyarakat Suku Dayak tidak pernah tergerus. Mereka pun ikut bertahan hidup di pedalaman atau di kota-kota besar Kalimantan, seperti Samarinda.

Di pinggiran Kota Samarinda, ada Suku Dayak Kenyah yang tinggal di Desa Budaya Pampang. Wisatawan dapat mengunjungi desa tersebut jika penasaran dengan kebiasaan sehari-hari Suku Dayak.

Dari pusat kota Samarinda, butuh waktu sekira 1,5 jam untuk tiba di Desa Budaya Pampang. Anda akan melintasi jalanan penuh tikungan tajam, dengan pemandangan hutan hijau khas Kalimantan.

Saat tiba di desa tersebut, beberapa masyarakat setempat dari anak muda sampai orang tua menyambut kedatangan kami. Sebagai simbolisasi penerimaan kedatangan Okezone ke sana, diberikan percikan air suci yang bermakna penuh kedamaian di Rumah Lamin, sebuah rumahnya besar yang difungsikan menjadi rumah adat Dayak.

kedamaian di Rumah Lamin, sebuah rumahnya besar yang difungsikan menjadi rumah adat Dayak.

Rumah Lamin memiliki nuansa masih tradisional, karena memiliki dinding dan lantai kayu. Ditambah dengan interior mirip Burung Enggang asli Kalimantan, warnanya merah dan kuning terang.

Dijelaskan oleh Ketua Kesenian Desa Budaya Pampang Liang Along, masyarakat Dayak Kenyah pada tahun 1970-an datang ke pinggiran Kota Samarinda dari daerah perbatasan Malaysia. Mereka datang untuk menikmati kemerdekaan Indonesia, yang diraih pada tahun 1945.

"Kami datang untuk mendekatkan diri dengan kota demi bisa menikmati kemerdekaannya kita. Selain itu dekat juga dengan pengobatan medis, maka itulah yang mendorong orangtua datang ke sini," kata Liang Along di Desa Budaya Pampang, Samarinda.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement