ORANGTUA mana yang tidak sedih ketika melihat anaknya terbujur kaku, tak berdaya disebabkan oleh virus HIV, hingga akhirnya si buah hati meninggal. Tapi kenyataan tersebut harus diterima oleh seorang ibu bernama Emma (nama samaran).
Air matanya selalu menetes ketika mengingat kepergian dua putranya akibat narkoba yang berujung mengidap HIV. Tapi apa daya, nasi sudah menjadi bubur.
Emma dianugerahi tiga anak laki-laki dari sang suami yang bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS). Namun Emma dinilai sebagai sosok yang cuek dan terlihat kurang perhatian terhadap anaknya. Ketidakpedulian itu bukan tanpa sebab, namun karena Emma adalah tipikal wanita pekerja yang berusaha hidup mandiri dengan berdagang.
Kehidupan Emma pun berjalan selayaknya keluarga normal pada umumnya. Tahun-tahun pun berganti hingga salah satu anaknya lulus kuliah di perguruan tinggi. Namun kehidupan sang anak tidak sesuai dengan apa yang diprediksi, anaknya yang paling tua bernama Giri (nama samaran) tak kunjung mendapatkan pekerjaan.
Ilustrasi. Foto: Istimewa
Hal tersebut membuatnya frustrasi, namun ia tidak bisa meluapkan keluh-kesahnya terhadap sang ibu karena sikap orangtua yang cenderung cuek. Hingga akhirnya ia bertemu dengan seorang wanita yang sempat menjadi kekasihnya. Perhatian yang diberikan oleh sang kekasih membuatnya merasa nyaman karena mereka saling menyayangi.
Namun sang kekasih itulah yang secara tidak langsung memperkenalkan Giri kepada narkoba. Tanpa disadari Giri pun ikut terjerumus dan menggunakan barang haram tersebut. Sejak Giri menggunakan narkotika, ia pun tidak sungkan untuk menjual barang-barang yang dimilikinya agar punya uang untuk membeli narkotika.

Ilustrasi. Foto: Istimewa
Bertahun-tahun ia mengonsumsinya, hingga pada akhirnya tubuh Giri mulai sakit. Satu per satu organ tubuhnya mengalami komplikasi hingga membuat kesehatannya drop, dan tak jarang mengalami sakau, lalu kemudian divonis mengidap HIV.