“Bibir saya sakit dan tidak bisa makan bahkan berbicara. Saya merasa sangat sakit dan melakukan pembedahan untuk menghilangkan filler yang terinfeksi. Infeksi tersebut membuat bentuk bibir saya berubah bentuk dan baru bisa dikeluarkan seminggu kemudian,” tandasnya.

Lauren pun akhirnya menemui perawat dermal untuk memeriksa bibir saya. Ia kemudian mengatakan bahwa filler yang disuntikkan ke pembuluh darah adalah vaskular yang menyebabkan penyumbatan pada bibir. Untuk bibir remaja tersebut masih bisa direkontruksi agar mendekati normal.
“Enam minggu kemudian ia kehilangan semua rasa yang ada di sisi kiri bibir bawah. Ini membuat saya merasa gelisah karena rasanya lebih besar dari apa yang sebenarnya. Saya tidak berharap keluarga maupun teman-teman mengalami hal serupa seperti saya,” tuntasnya.
(Utami Evi Riyani)