Dengan melakukan diet secara rutin dan teratur, diet ini dapat menurunkan asupan kalori sekitar 1000 kalori perhari termasuk juga dengan mengkonsumsi vitamin dan mineral penting dalam tubuh. Dalam menjalankan diet ini, juga jangan lupa konsumsi 3 liter air dalam sehari dan minuman non kalori lainnya setiap hari. Kemudian dianjurkan konsumsi suplemen kaya serat untuk memperlancar buang air besar.

Dalam hal ini, Profesor Susan Jebb, penulis pertama studi tersebut mengatakan bahwa ia khawatir penurunan berat badan yang cepat dalam waktu singkat dapat menyebabkan berat badan kembali dengan cepat, tetapi penelitian ini menunjukan bahwa sembilan bulan setelah fase penurunan berat badan yang intensif. Penelitian ini menghasilkan 278 orang yang mengikuti program diet total atau seseorang yang ke klinik kecantikan dengan minum obat dalam menurunkan berat badan dan periksa ke dokter.
Hasil penelitian pun juga menunjukkan bahwa dengan melakukan diet ini, seseorang bisa mengalami penurunan berat badan sekira 11 kg. Berbeda dengan seseorang yang melakukan diet dengan cara perawatan dan konsutasi di dokter secara rutin, biasanya mereka hanya dapat mengalami penurunan berat badan sekira 7 kg.
Profesor Paul Aveyard, rekan penulis studi, mengatakan bahwa jika seseorang menurunkan berat badan dan setelah itu mempertahankan berat badan memang terlihat sangat sulit. Dan ia pun juga mengatakan bahwa banyak orang-orang yang melakukan diet dengan bantuan konsultasi ke dokter.
Studi ini pun juga menunjukkan bahwa rujukan dokter umum ke program penggantian makanan adalah intervensi efektif yang dapat direkomendasikan dokter terpercaya. Mengetahui bahwa hal itu mengarah pada penurunan berat badan yang berkelanjutan dan menurunkan risiko penyakit jantung dan diabetes.