Peningkatan gangguan psikologis yang datang dengan kondisi ekonomi hubungan rumah tangga ini dikhawatirkan berujung pada perceraian. Hal itu dibuktikan melalui suatu penelitian 6.000 pasangan heteroseksual Amerika selama lebih dari 15 tahun menunjukkan bahwa suami paling cemas ketika mereka adalah pencari nafkah tunggal. Memikul semua tanggung jawab atas keuangan rumah tangga.
Namun tingkat stres menurun ketika penghasilan istri mereka mendekati 40% dari pendapatan suami. Tetapi ketika pendapatan wanita melewati titik itu, penelitian menunjukkan tingkat stres suami berangsur-angsur meningkat.

Angka-angka dari Pew Research Center di AS menunjukkan hanya 13% wanita menikah yang berpenghasilan lebih tinggi dari suami mereka pada tahun 1980. Tetapi pada 2017 angka itu mendekati sepertiga dan tren itu kemungkinan akan berlanjut.