2. Mempengaruhi tingkat kesuburan
Ini juga tidak sepenuhnya benar, sebab tindak aborsi jika yang aman dan legal jika dilakukan oleh tenaga ahli yang memang memiliki kualifikasi, sangat jarang kaitannya dengan risiko kesuburan setelah aborsi. Disebutkan, kebanyakan perempuan segera kembali ke fase kesuburan pra-kehamilan setelah aborsi. Hanya dalam persentase yang kecil, sejumlah perempuan mengalami keterlambatan dalam siklus menstruasi.

3. Pemicu kanker payudara
Ada mitos yang menyebutkan bahwa tindakan aborsi bisa menjadi penyebab alias pemicu terjadinya kanker payudara. Faktanya, aborsi tidak ada hubungannya dengan kanker payudara. Aborsi tidak meningkatkan peluang seorang perempuan untuk terkena penyakit kanker payudara.