Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

6 Tips untuk Detoks Media Sosial, Coba Deh Sekali-kali!

Nisya Indah Putri , Jurnalis-Rabu, 20 November 2019 |21:01 WIB
6 Tips untuk Detoks Media Sosial, Coba Deh Sekali-kali!
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
A
A
A

Shannon Kalberg, seorang LMFT dan Terapi Individu & Praktisi EMDR, mengatakan bahwa media sosial bisa menjadi lereng yang sangat licin.

"Saran terbaik saya sebagai seorang profesional adalah memerhatikan bagaimana perasaan Anda sebelum dan sesudah menghabiskan waktu di media sosial," kata Kalberg.

Menurutnya, banyak orang depresi disebabkan oleh media sosial. Melansir Yourtango, Rabu (20/11/2019), berikut beberapa tips untuk detoks media sosial.

 Perempuan memegang gadget

1. Tidak membanding-bandingkan kehidupan dengan orang lain

Ketika kamu menghabiskan waktu berjam-jam menatap ponsel hanya untuk melihat foto-foto dan kehidupan orang lain, kamu akan merasa semakin tertekan karena kamu mulai membandingkan hidup kamu dengan kebahagiaan orang tersebut. Hal tersebut dapat memicu rasa iri dan rasa tidak bahagia. Stop melakukan hal tersebut dan ingatlah untuk selalu bersyukur dengan apa yang kamu miliki.

2. Coba untuk membuka diri

Menolak untuk bertemu orang lain dan menghabiskan lebih banyak waktu di media sosial menyebabkan kurangnya hubungan yang lebih intim antara kamu dengan teman atau keluarga. Kamu bahkan lebih memilih untuk memendam perasaan dibanding membicarakannya dengan orang lain. Cobalah untuk mulai membangun komunikasi yang baik antara kamu dengan mereka, sehingga kamu bisa mengekspresikan diri.

 

3. Batasi penggunaannya

Buatlah aturan baru untuk diri sendiri dalam menggunakan media sosial. Misalnya hanya 15-20 menit per hari atau bahkan vakum untuk beberapa minggu. Media sosial membawa kamu ke lubang gelap keraguan diri jika kamu tidak membatasi penggunaannya. Ingat, bahwa media sosial merupakan pandangan dikuratori dari kehidupan seseorang dan tidak secara akurat mewakili kenyataan.

 Perempuan memegang gadget

4. Lakukan aktivitas baru untuk mengisi kekosongan

Luangkan waktu untuk menulis daftar hal-hal yang kamu sukai. Kamu bisa menatap dan melakukan itu ketika tidak memiliki dorongan sama sekali dan tergoda untuk kembali menggunakan media sosial.

5. Konsultasi dengan terapis

Ketika media sosial mulai memicu kecemasan dan depresi, segera temui terapis. Ia akan memberikan sarannya dan mungkin membawa kamu kembali pada suasana tenang.

6. Nonaktifkan akun media sosial

Jika penggunaan media sosial dan batasan waktu penggunaannya tak kunjung menyembuhkan depresi bahkan merubah hidup kamu, maka hentikan dengan cara menghapus akun dan aplikasinya dari ponsel kamu. Setidaknya hal itu dapat membawa kamu keluar dari tempat yang gelap.

(Utami Evi Riyani)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement