“Beri mereka ruang yang kosong dan cukup nyaman. Anda hanya cukup melihat sampai emosi anak tersebut mereda atau diam nangisnya. Sesudah situasi aman, barulah kita mendekatinya. Namun jika sang anak sudah terlalu agresif terhadap orang, upaya yang bisa diambil adalah memegangi tangannya. Tapi alangkah baiknya anak tersebut tidak dipeluk, cukup dipegangi saja tangannya atau biarkan dia menyelesaikan emosinya,” tuntasnya.
Di sisi lain, Nuryanti kembali mengingatkan masyarakat untuk tidak mengerumuni anak autisme yang sedang mengamuk. Pasalnya hal itu bisa membuatnya semakin takut dan tidak nyaman, meskipun seseorang melemparkan senyum kepadanya, namun hal itu tetap tidak efektif karena penderita autisme tidak mampu membaca gesture.
(Utami Evi Riyani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.