Menariknya, satu dari sekian kontainer kosmetik yang ditemukan berasal dari Bunwon, tempat pembakaran resmi dinasti Joseon era 1395-1910. Sementara 11 kontainer lainnya adalah barang Jingdezhen dari Tiongkok dan barang Arita dari provinsi Hizen di Jepang.
Residu dalam wadah menunjukkan krim wajah dan salep telah diproduksi dengan mencampur lilin lebah dengan bahan lain. White power yang digunakan untuk foundation dan memutihkan wajah diproduksi dengan mencampurkan cerussite (white lead ore) dan talcum dalam jumlah yang sama.

Sedangkan lipstik dan perona pipi dibuat dari cinnabar (sulfida merkuri) yang mana sekarang tidak lagi digunakan karena dianggap sebagai racun alias toxic.
“Kaum wanita di zaman dahulu memiliki hasrat yang sama untuk bisa terlihat menarik seperti kaum wanita di zaman sekarang, tapi mereka dahulu terpapar bahan beracun karena kurangnya pengetahuan ilmiah untuk mengujinya," ungkap Zhang Wanping, profesor kosmetik dui Shanghai Institute of Technology.
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.