Taufik kembali menegaskan bahwa preferensi pasien dalam memilih dokter kandungan adalah murni pilihan personal atau subjektif.
"Malah kadang-kadang pasien banyak memilih dokter pria karena dianggap dapat mengambil keputusan dengan cepat dan tidak ragu-ragu. Kalau dokter wanita kan perasaannya juga bermain, apalagi kalau mereka sudah pernah melahirkan. Sensenya ikut bermain. Intinya kalau pasien sudah cocok, mau pria atau wanita pasti cocok-cocok saja," tegas dr. Taufik.
Sebelum melakukan pemeriksaan lebih lanjut, Taufik selalu menerapkan konsep 3 S (senyum, salam, sapa) kepada setiap pasiennya. Setelah itu, pasien akan dipersilakan duduk, dan diberikan kesempatan untuk berkeluh kesah seputar masalah kesehatan yang tengah mereka hadapi.
Menurut Taufik, pada sesi 'curhat' inilah pasien harus diberikan waktu hingga ia merasa nyaman. Kemudian, dokter bisa langsung memasuki tahap anamnesa atau wawancara khusus untuk mendiagnosa si pasien.

"Pasien itu harus didengarkan keluhannya. Mereka butuh untuk didengarkan. Kadang dengan ngobrol saja bisa langsung sembuh. Sayangnya, masih banyak dokter yang gak sempat denger keluhan pasiennya. Setelah mereka nyaman, baru bisa dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, seperti USG dan lain-lain," beber Taufik.
"Rekor saya memeriksa 50 pasien dalam satu hari. Baik yang rawat inap, persalinan, konsultasi kehamilan, atau mau program hamil dan fertifilitas," tambahnya.