"Waktu tahun 2005 itu, kita kan enggak tahu seperti apa fasilitas yang dikasih. Jadi minimal saya sudah siapkan makanan karena ini sangat penting demi kenyamanan saat beribadah. Oleh karena itu, saya putuskan untuk membawa rendang, teri kacang, bahkan sambal," jelas Oni.
"Lagipula, makanan Timur Tengah itu enaknya cuman disantap 2-3 hari pertama, setelah itu benar-benar bosan dan enggak sesuai dengan lidah. Mau gak mau harus kembali menyantap makanan kita sendiri," tukas pria yang kini dipercaya menjadi bagian dari Kementerian Pariwisata di bidang industri dan pengembangan.
(Utami Evi Riyani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.