Hal tersebut dapat terjadi karena tubuh menabrak dengan sangat kencang ke arah muka dinding terowongan. Karena kejadian itu, menurut beberapa sumber, tubuh korban akan hancur seketika dengan kondisi kepala terputus, badan hancur, hingga bola mata yang keluar.

Kabar ini bukan isapan jempol belaka. Kejadian itu benar terjadi pada 2000 dan korbannya adalah pelajar sekitar 12 orang dan bukti lainnya yang memperkuat kemistisan tempat ini ialah banyak orang yang kerap mendengar suara tangisan di area Terowongan Kereta Paledang pada malam hari.
Tidak hanya itu, ada juga suara-suara seperti orang membawa tas berat. Warga sekitar percaya, itu adalah refleksi dari para korban yang arwahnya masih ada di sana. Penasaran mau membuktikan kehororan Terowongan Kereta Paledang ini?
(Dinno Baskoro)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.