Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Robo-Robo, Ritual Khas Kalimantan Barat yang Penuh Nilai Sejarah

Dina Prihatini , Jurnalis-Kamis, 24 Oktober 2019 |15:01 WIB
Robo-Robo, Ritual Khas Kalimantan Barat yang Penuh Nilai Sejarah
Upacara Robo-Robo di Kalimantan Barat (Foto: Dina Prihatini/Okezone)
A
A
A

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat memiliki sumber daya di bidang Budaya dan Pariwisata yang sangat potensial untuk dikembangkan. Keanekaragaman adat istiadat dan budaya yang dimiliki merupakan modal dasar dalam pembangunan di Bidang Budaya dan Pariwisata.

Salah satunya adalah Upacara Robo-Robo yang dilaksanakan setiap Rabu di Kalimantan Barat. Ini merupakan acara mengenang kembali kedatangan Opu Daeng Manambon yang bergelar Pangeran Mas Surya Negara dari Kerajaan Matan di Kabupaten Ketapang ke Kerajaan Mempawah di Kabupaten Mempawah pada tahun 1737 M/1448 H.

 Festival budaya

"Dinamakan Robo-Robo karena ritual ini di gelar setiap hari Rabu terakhir bulan Safar menurut penanggalan Hijriah. Upacara Robo-Robo ini memiliki nilai sejarah karena merupakan peristiwa yang sangat penting untuk dikenang dalam sejarah Mempawah khusunya kerabat Keraton Amantubillah Mempawah

Robo-Robo menjadi hari yang dinanti masyarakat karena pada saat itu seluruh masyarakat mengikuti upacara adat sembari melakukan doa dan diakhiri dengan makan bersama dengan sajian khas budaya masyarakat Kalbar.

Salah satu warga Mempawah, Iko yang mengikuti upacara Robo'-Robo ditiap tahunnya mengakui jika budaya ini selain tetap mengenal budaya nenek moyang juga bersilaturahmi antar sesama manusia.

 Makan bersama

"Kalau di Kalbar biasa di Mempawah atau di Kakap banyak yang ikut Robo-Robo. Seru sekali selain ribuan yang ikut berdoa banyak juga yang membawa makanan khas lalu menggelar tikar dan makan bersama, ini yang tidak ada di tempat lain," ungkapnya kepada Okezone.

Tujuan digelarnya ritual ini, diakui Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan juga untuk memanjatkan doa menolak bala dan petaka dan memperingati napak tilas perjalanan Opu Daeng Manambon yang bergelar Pangeran Mas Surya Negara dari kerajaan Matan Martapura Kabupaten Ketapang ke Kabupaten Mempawah (Bangkule Rajakn) pada tahun 1737 M / 1148 H.

"Kedatangan Opu Daeng Manambon Raja Pertama bersama istri dan pengawalnya memasuki Kuala Mempawah ini merupakan wujud rasa cinta dari generasi baru terhadap leluhur nenek moyangnya, yang merupakan bagian dari sejarah perjalanan terbentuknya Kerajaan Mempawah, yang saat ini menjadi Kabupaten Mempawah," ungkapnya saat menghadiri event Budaya Robo-Robo di Dermaga Pelabuhan Regional Kuala Mempawah, Rabu, 23 Oktober 2019.

Mantan Bupati Mempawah ini pun menilai, event ini sangat penting dan strategis, karena rangkaian prosesi ritual, syarat dengan ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, serta menghargai jasa para leluhur yang telah membuat karya besar membangun Kerajaan Amantubillah Mempawah.

 Makan bersama

"Hal ini sangat penting, Bung Karno pernah mengatakan, Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai para pejuang dan pahlawan mereka. Kita wajib lestarikan dan dikembangkan jadi destinasi wisata budaya," jelasnya.

Pada tatanan sosial kemasyarakatan juga mencerminkan makna terbangunnya suatu hubungan yang harmonis yang saling percaya antara pemimpin dengan masyarakat. "Bagaikan kata pepatah, ibarat bersatunya Aur dan Tebing, kokoh menahan tanah dari keruntuhan," tegasnya.

 Makan bersama

Menurutnya makna ini harus menjadi renungan bersama, sekian abad yang lalu, dengan kondisi yang sangat terbatas para raja bersama dengan seluruh rakyatnya yang juga sangat terbatas kondisi sosial ekonominya, mampu membangun kerajaan yang saat ini dinikmati.

"Kenapa kita yang ada saat ini, dengan segala kecanggihan teknologi, kemajuan ekonomi dan sosial tidak bisa meneruskan pembangunan untuk kesejahteraan rakyat. Pelajaran kepemimpinan di masa silam oleh para-raja se-nusantara harus menjadi perhatian kita bersama," ujarnya.

Budaya seperti Robo-Robo, Cap Go Meh, Gawat Adat Dayak, Festival Saur-Saur dan lain sebagainya harus terus dilestarikan agar kelak tidak punah bersama tenggelamnya waktu.

Dalam kaitannya dengan perayaan Budaya Robo-Robo yang dirayakan bersama saat ini, Ketum DPD Golkar Kalbar ini kembali menjelaskan akan terus komitmen dan peduli dalam upaya mengapresiasi, melestarikan dan mengembangkan sejarah dan budaya di Kalbar.

"Diharapkan acara Robo-Robo tetap konsisten mempertahankan keaslian sejarah pendiri Kota Mempawah," harapnya.

 Festival budaya

Dengan perkembangan jaman, diharapkannya budaya semacam ini dapat dikembangkan untuk kegiatan meningkatkan bidang kepariwisataan daerah berupa kegiatan, napak tilas, perlombaan, festival budaya dan kesenian daerah lainnya.

Wagub Kalbar menambahkan ia juga meminta perhatian kepada seluruh pejabat pemerintah tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota, maupun kepada masyarakat agar terus menggali, mengembangkan, mengapresiasi dan melestarikan nilai-nilai sejarah, kesenian dan kebudayaan daerah Provinsi Kalbar.

"Serta membangun kerjasama antar kebudayaan sesama suku, anak bangsa yang ada di daerah ini secara sinergis, saling menguntungkan dan hidup harmonis," pungkasnya.

(Utami Evi Riyani)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement