Telur ayam memiliki beragam jenis, mulai dari telur ayam negeri, telur ayam kampung, telur ayam organik dan telur omega 3. Dibandingkan telur lainnya, telur omega 3 memiliki harga jauh di atas harga rata-rata telur pada umumnya karena memiliki khasiat yang lebih banyak.
Telur Omega 3 bermanfaat untuk merawat kesehatan kardiovaskuler, meningkatkan perkembangan otak bayi, mencegah demensia, menjaga kesehatan mata, bahkan mengurangi depresi. Sayangnya harga telur omega 3 yang cukup tinggi membuat orang enggan mengkonsumsinya.
Padahal menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), konsumsi omega 3 yang dianjurkan pada anak jumlahnya sebesar 0,5%. Sedangkan jumlah rata-rata omega 3 yang dikonsumsi anak Indonesia hanya mencapai 0,2% dari energi yang dibutuhkan. Ini berarti, anak-anak di Indonesia baru memenuhi 39% dari angka rekomendasi WHO.
Berangkat dari fakta ini, Andrew Darmawan, mahasiswa Program Studi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Pelita Harapan melakukan penelitian untuk meningkatkan kandungan omega 3 pada telur.
“Selama ini nilai telur omega 3 memiliki potensi untuk ditingkatkan dengan adanya penambahan sumber omega 3 ke dalam pakan ayam petelur. Ikan merupakan salah satu sumber omega 3, dan saya melihat potensi dari ikan teri yang banyak terdapat di pasar tradisional Indonesia. Selain harganya murah, ikan ini mengandung omega 3 yang tinggi,” ungkap mahasiswa Angkatan 2015 ini.