Dokter Agus mengatakan alasan pertama mengapa kedua benda tersebut berbahaya karena sama-sama mengandung nikotin. Bahkan kandungannya malah lebih tinggi dibandingkan rokok normal. Di sisi lain nikotin yang dikonsumsi bisa semakin berbahaya karena bisa menyebabkan kerusakan otak.
“Bahaya nikotin adalah adiksi yang menyebabkan kerusakan otak. Penyebab terjadinya kardiovaskuler dan stroke adalah komponen dari nikotin. Oleh sebab itu apabila menggunakan vape dan jull dalam jangka panjang maka risikonya akan sama dengan perokok konvensional,” lanjutnya.

Persamaan lainnya adalah kedua benda ini sama sama menghasilkan karsinogen. Kandungan dalam uap vape atau jull dan asap mengandung karsinogen meski kandungannya beda.
“Pada rokok konvensional karsinogennya terdapat pada tar. Di vape dan jull tidak ada tar tapi ada karsinogen lain,” tutupnya.
(Dinno Baskoro)