Kasus tersebut sampai menyita perhatian banyak kalangan di Tanah Air. Bahkan kabar tersebut masih dianggap simpang siur oleh banyak kalangan.

Ketua Asosiasi Personal Vaporizer Indonesia (APVI) Aryo Andrianto mengklaim, rokok elektrik yang membuat banyak orang terserang penyakit paru di Amerika Serikat, mengandung tetrahydrocannabinol (THC) yang dikonsumsi dengan menggunakan alat vape. THC Oil tersebut bahkan kadarnya tinggi, yang dijual ilegal di Amerika Serikat.
"THC oil adalah unsur utama psikoaktif yang terdapat di dalam tanaman ganja. Zat ini yang disalahgunakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab," ucap Aryo.