"Sebagian besar perempuan Amerika berharap menikah, tetapi jumlah pria yang mapan saat ini dinilai semakin sedikit dan itu memengaruhi secara tidak langsung ke angka pernikahan di Amerika," kata penulis utama Daniel Lichter, dikutip dari Metro.
Lebih lanjut, tidak hanya pria kaya yang semakin sedikit, masalah rendahnya angka pernikahan juga disebabkan oleh kelompok minoritas ras dan etnis, terutama perempuan kulit hitam, yang mana mereka ini menghadapi kekurangan calon pasangan yang menginginkan hubungan serius.