Alasan Bu Lurah sebagai pengirim juga karena di rumah lamanya yang didiami teman laki-laki, terkenal angker. Ada satu kamar yang haram hukumnya bagi siapa pun untuk membuka.
Jika malam tiba, ada suara-suara aneh terdengar dari dalam. Kadang suara gaduh. Beberapa warga pun punya kecurigaan sama, di kamar itulah si Lurah melakukan ritual pemujaan.
Rido, teman Erwin (teman kami yang amat kesal dan menuduh Ares hanya akting) pun kesurupan di rumah lama Bu Lurah. Kejadian itu bahkan terjadi pada siang hari bolong.
Penyebab Rido kesurupan ialah karena pada Jumat, dia tidak pergi salat Jumat dan hanya main ponsel di rumah. Konon, si penunggu rumah marah.
Malam harinya, Erwinlah yang kemudian mengalami hal ganjil. Erwin menceritakan itu pada kami, teman-teman dekatnya saja, pada keesokan harinya.
"Semalam, waktu tidur, aku ditarik-tarik untuk ke luar kamar," ujarnya.
Awalnya Erwin tidak menanggapi. Namun, karena sudah begitu mengganggu dia dan teman-teman lain di kamar, dia pun menurut ke luar. Menuju ke ruang tamu. Kejadiannya sekitar jam 2 malam.
Saat dia sudah duduk di sofa di ruang depan, muncullah beragam jenis makhluk halus dari berbagai penjuru. Salah satunya dari dinding belakang tempat Erwin duduk. Di balik dinding itulah kamar yang tidak boleh dibuka berlokasi.
Semua makhluk tak kasat mata yang datang katanya berasal dari wilayah sekitar.
Dipercaya masyarakat, memang ada beberapa tempat angker di desa itu selain rumah tua Bu Lurah, yakni di sumber mata air dekat pohon beringin besar (jaraknya hanya sekitar 300 meter dari rumah tua Bu Lurah) dan kebun dekat kuburan (masih dalam jarak 500 meter).
Bentuk dan wajah sosok hantu ini aneh-aneh. Kebanyakan menunjukkan wajah marah dan tidak senang kepada Erwin. Namun, satu makhluk halus yang Erwin lihat dia anggap sebagai ketua para hantu (terlihat ditakuti) angkat bicara.
"Kalian jangan macam-macam di sini. Kamu jangan sok jagoan," tiru Erwin.
Si ketua makhluk halus mengancam tak segan mengambil nyawa jika peserta KKN dianggap mengganggu.