Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kisah Wahyu Mendaki Gunung Lawu di Malam 1 Suro, Ngaku Dikawal Prajurit Kerajaan

Dimas Andhika Fikri , Jurnalis-Sabtu, 31 Agustus 2019 |00:07 WIB
Kisah Wahyu Mendaki Gunung Lawu di Malam 1 Suro, <i>Ngaku</i> Dikawal Prajurit Kerajaan
Wahyu dan teman-temannya saat mendaki Gunung Lawu (Foto: Dok. pribadi)
A
A
A

Dikawal pasukan kerajaan

Kejadian-kejadian mistis ternyata masih berlangsung. Puncaknya, saat Wahyu dan rombongan hendak menuju pos 1. Kala itu, Eka yang memiliki riwayat lowback pain tiba-tiba jatuh terduduk. Mengingat langit sudah mulai menggelap, Abay dan Risman turun lebih dulu untuk mencari bantuan.

Sementara yang menemani Eka hanya ada Wahyu dan salah seorang temannya. Hembusan angin kencang dan rintik hujan, memaksa Wahyu untuk segera menandu Eka yang tidak bisa berjalan lagi.

"Mba Eka tiba-tiba dipanggil sama eyangnya, 'Nduk rene sikilmu loro, sini ta tiup sek ben iso jalan' (nak kakimu sakit, sini aku tiup biar bisa jalan lagi). Setelah kejadian itu, Mba Eka ngantuk dan pingsan. Saya tetap melanjutkan perjalanan dalam kondisi hujan," ungkap Wahyu.

Saat hendak memberi head lamp kepada Eka, Wahyu tersentak mendengar suara Eka yang lagi-lagi berubah menjadi suara pria. Benar saja, Eka rupanya sudah dirasuki oleh arwah eyangnya yakni, Raja Jayabaya dari Kerajaan Kediri.

Tubuhnya pun mendadak bisa berdiri dan berjalan lagi. Bahkan, saat ada gundakan tanah yang tinggi, Eka nekat melompat dengan posisi tubuh yang tegap sempurna.

"Jalur Cemoro Kandang itu kiri kanannya hutan. Konon banyak dilintasi macan dan babi hutan. Tapi waktu itu, saya terkejut melihat kondisi hutan di kiri kanan saya dipenuhi prajurit kerajaan. Mereka tidak mengenakan baju hanya pakai celana warna hijau bawa tombak dan perisak gitu. Jumlahnya kayak satu batalyon gitu, ceritanya kami lagi di kawal. Karena saya lagi nganter cucu raja," ucap Wahyu.

Setelah sampai di hutan pinus yang jaraknya dekat rumah basecamp. Eyang Jayabaya dan rombongan pun pamit.

"Sampe hutan pinus, dia ngomong gini, 'wes ngene wae'. Terus saya ucapkan terima kasih, dan Mbak Eka pun muntah. Waktu jalan ke basecamp ternyata kedua teman saya baru sampai juga, padahal mereka 1 jam lebih dulu dari saya," pungkasnya.

(Utami Evi Riyani)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement