Diikuti 11 jin dan bertemu Singa Lawu
Setelah sampai di puncak dan mengunjungi 4 spot ritual, Wahyu dan rombongan memutuskan untuk langsung menuruni gunung. Anehnya, setelah ritual malam 1 Suro selesai, cuaca di sekitaran Gunung Lawu mendadak cerah tak berkabut.
"Kami langsung turun lewat jalur Cemoro Kandang. Nah, di pos 4, temen saya ada yang mau kencing. Ya udah saya suruh permisi dulu. Terus temen saya yang namanya Abay, kayak kebablasan jalannya nggak sadar ada temen yang lagi berhenti. Saya teriakkin lah dia, tiba-tiba ada suara ngebas banget kayak suara singa. Ternyata itu Singa Lawu," beber Wahyu.
Lebih lanjut, ia menjelaskan, bahwa bentuk Singa Lawu menyerupai Singa Barong khas Bali. Pada saat itu, Wahyu mengaku badannya seketika langsung lemas dan ambruk. Kebetulan ia memang membawa keril 85 liter.
Bisa dibilang, perjalanan menuruni Gunung Lawu jauh lebih menegangkan dibandingkan saat mendaki ke puncak. Pasalnya, semua rombongan turut menyaksikan secara langsung, pemandangan-pemandangan tak kasat mata.
Seperti yang dialami Risman, pria asal Solo ini baru berani buka mulut setelah melewati pos 4. Saat itu, dia lah yang mengambil alih barang bawaan Wahyu.
"Kata Risman, pas lagi bawa barang-barang bawaan saya, dia kayak lagi dikawal oleh pasukan kerajaan Eyang Brawijaya. Lalu ada sesosok pria yang menggunakan mahkota berbuntuk kucup di atas kepala. Akhirnya dia percaya dengan hal-hal seperti ini," ungkap Wahyu.
Di pos 2, Wahyu dan teman-temannya kembali mengalami kejadian mistis. Saat mereka melewati Kawah Candradimuka, salah satu temannya ternyata diikuti oleh 11 jin. Perjalanan terpaksa dihentikan karena dia tidak bisa bergerak sama sekali.
Untungnya, di tengah perjalanan, Wahyu bertemu dengan rombongan pendaki lain. Salah satunya kebetulan mempelajari ilmu tenaga dalam dan bisa menyembuhkan temannya.