Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kisah Seorang PNS yang Harus Rela LDR dengan Kedua Anaknya

Tiara Putri , Jurnalis-Kamis, 29 Agustus 2019 |05:16 WIB
Kisah Seorang PNS yang Harus Rela LDR dengan Kedua Anaknya
Ilustrasi (Foto: Socialmoms)
A
A
A

Memilih antara keluarga atau pekerjaan tidak pernah mudah bagi seorang wanita karier. Sebab keduanya memiliki peranan dan arti yang berbeda. Hal inilah yang dialami oleh YW, seorang pegawai negeri sipil (PNS) di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Sejak semula YW sudah memiliki cita-cita menjadi seorang PNS. Dirinya sangat ingin berkontribusi untuk negara dan menurutnya menjadi pegawai pemerintahan adalah sebuah jalan. Terlebih kedua orangtuanya juga sangat berharap ia menjadi PNS.

YW mencoba tes seleksi CPNS sebanyak dua kali. Pertama kali ia mencoba mendaftar menjadi PNS pemerintah kabupaten di tahun 2013. Hanya saja pada waktu itu dirinya hanya berhasil menempati posisi kedua sedangkan formasi yang dibutuhkan untuk satu orang.

 Perempuan menangis

Meski begitu semangat YW untuk menjadi PNS tidak surut begitu saja. Begitu tahun 2017 ada kesempatan, dirinya mencoba mendaftar kembali. Meskipun pada saat itu dirinya telah berstatus sebagai mahasiswa S2 Farmasi di Universitas Gajah Mada (UGM), Yogyakarta.

“Tapi jujur sebenarnya pada waktu itu saya tidak begitu tertarik untuk formasi di kementerian karena penempatannya nanti di Jakarta, namun saya tetap mencoba. Saya ingat waktu itu mengirimkan berkas di hari terakhir karena harus menunggu kiriman berkas dari Cilacap, sedangkan saya di Yogyakarta,” tutur YW kepada Okezone sewaktu dihubungi melalui pesan singkat baru-baru ini.

Siapa sangka, dirinya dinyatakan lolos untuk menjadi CPNS di Kemendikbud. Hal itu membuat YW harus tinggal di Jakarta dan berpisah dari keluarganya. Berat baginya harus meninggalkan suami dan kedua buah hatinya yang masih kecil-kecil. Terlebih ia pun belum pernah menjadi perantau.

“Jadi awalnya kaget banget dengan suasana Jakarta dan jauh dari orang-orang yang dicintai. Apalagi yang paling berat itu meninggalkan anak-anak saya karena mereka awalnya selalu dengan saya, sangat dekat. Kepindahan saya membuat mereka harus dititipkan kepada simbahnya di Banyumas,” terang YW.

Beberapa kali dirinya dilanda perasaan nelangsa. Tak jarang ia merasa menjadi ibu yang buruk dan ada pertanyaan ‘apa sebenarnya yang dicari di Jakarta’ dengan jadi PNS. Bahkan YW masih menangis hingga hari ini jika mengingat anak-anaknya sempat tidur berselimut bajunya di awal kepindahan.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement