Aku Terima Kenyataan dan Bangkit
Mendengar banyak hinaan, aku letih sendiri. Cuma titik baliknya kalau seperti ini terus, mindset orang akan terus body shaming.
Aku tadinya lumayan stres dikatain terus karena posturku nggak kurus lagi. Lalu aku mulai dari diri sendiri dulu. Mengurangi basa-basi yang berkenaan dengan fisik, menghentikan pertanyaan seperti, "Lo gendutan, ya. Lo kurusan, ya, putihan deh, kok iteman?"

Kalau masih menanyakan hal yang sama, kita gak bakal bisa mengubah persepsi kita secara fisik ke orang lain. Buat apa bertanya seperti itu, ada faedahnya dengan masa depan kita? Aku berpikir seperti itu.
Aku mulai memaklumi orang-orang yang kerap mengomentari tubuh atau menanyakan kabar basa-basi dengan pertanyaan-pertanyaan yang menyinggung secara fisik.
Biasanya aku selalu menanggapi mereka yang mencela fisiknya sendiri untuk menghargai dirinya. Ketika kita bisa menghargai diri sendiri, kita bisa menenangkan orang lain yang sebenarnya tidak nyaman dengan dirinya sendiri.
Jadi intinya stop menanyakan pertanyaan basa-basi terkait fisik. Karena kita gak tau pertanyaan yang dilontarkan itu bisa bikin kepikiran orang yang ditanya. "Berat badan naik gak dosa lagi," prinsipku.
(Helmi Ade Saputra)