“Sebenarnya doyan gak doyan sering, karena memang lontong tuh khas Jawa Timur. Banyak makanan yang gandengannya lontong. Ada lontong balap, rujak cingur, lontong kupang, itu semua gandengannya lontong. Tahu telor, tahu tek juga gandengannya lontong, jadi sering makan lontong. Tapi sebenarnya alasannya kaya tadi, bukan karena senang makan lontong. Tapi karena teman-teman sekolahnya memanggil lontong,” lanjutnya.

Cak Lontong pun mengatakan dirinya merasa lebih baik disebut lontong. Meskipun ada benda lain yang berbentuk tinggi dan kurus selain lontong, seperti tiang listrik contohnya. Sembari bercanda ia pun lantas membeberkan mengapa dirinya ogah dipanggil dengan sebutan tiang listrik.
“Nah nanti kalau jadi tiang listrik nanti ditabrak sama SN. Nanti nasibnya sudah jadi tiang listrik ditabrak lagi, kan gak enak,” tutupnya.
(Helmi Ade Saputra)