Sayangnya, usaha ini sia-sia sebab ternyata pemuda tersebut telah tewas dalam kurun waktu sekitar 40 menit setelah sang ibunda menemukannya pingsan di halaman rumah, yang disebutkan para dokter menghubungkan kematian ini dengan efek dari heatstroke.
Sementara itu, ibu korban sendiri disebutkan tidak mengetahui dengan pasti berapa lama durasi sang putra berjemur di halaman rumah mereka. Para tetangga menyebutkan, di hari insiden ini terjadi kala itu catatan laporan cuaca disebutkan ada di temperatur 34,2 derajat celsius, dan 32,7 derajat celsius di pukul 3 sore.
Tapi sekali lagi, mungkin dari catatan angka suhu memang terlihat tidak terlalu mengancam. Tapi diketahui lebih lanjut, jika cuaca panas ini dikombinasikan dengan tingkat kelembapan udara Jepang yang tinggi. Maka efek kombinasinya bisa jadi faktor pemicu terjadinya terjadinya dehidrasi pada tubuh dengan kecepatan “menipu” yang berbahaya.
(Utami Evi Riyani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.