"Oksigen yang kita hirup dengan bebasnya, jika di konversi ke dalam tabung yang dihirup di rumah sakit, maka menjadi tak ternilai harganya. Begitu pun listrik. AC menyala walau tak dipakai, kerap mubazir ketika ambil wudhu, semua baru terasa jika nikmat itu diambil tiba-tiba dari hidup kita. Padahal cuma beberapa jam saja, bukan?" tambah April.
Namun yang paling ditegaskan oleh April, adalah bahwa ia merasa "hidup" saat kejadian mati listrik tersebut. Tidak terpaku pada gadget dengan alasan ingin hemat baterai, dan membuat ia akhirnya mengerti makna "live your life to the fullest".
"Ah maaf jadi meracau haha. Intinya, terima kasih #matilampu nya PLN. Saya belajar banyak dari #matilampu ini :) #selfreminder," tutup April di postingannya.
(Utami Evi Riyani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.